Beredar Naskah UASBN Beraroma Bela HTI Pojokkan NU dan Banser
Tribunsantri.com – Upaya mendiskreditkan Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan oleh pihak tertentu. Berbagai upaya dilakukan agar ormas keagamaan terbesar ini hancur. Mereka yang benci dengan NU ada dimana-mana, bahkan di dunia pendidikan.
Dua bulan lalu, buka pelajaran tematik kelas 5 SD yang diterbitkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memggolongkan NU sebagai organisasi radikal.
Baca juga : Disebut 'Organisasi Radikal' di Buku Ajar, NU Protes Kemendikbud
Tak hanya itu, di halaman yang sama, NU juga disandingkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), Perhimpunan Indonesia (PI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai organisasi penentang penjajah.
Tak berhenti disitu, Kementrian yang dipimpin Muhadjir Effendi itu belum puas ngerjai NU. Kini, di naskah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) memuat soal yang memojokkan NU dan Banser.
Baca juga : NU Garut Protes Keras Soal Ujian Pro-HTI, Kepala Dinas Mengaku Lalai
Hal ini diketahui dari postingan akun Twitter @AhlulQohwah, Selasa (10/04/2019).
“Soal UASBN untuk SMP dan SMU 25% disiapkan oleh pusat, selebihnya di forum Musyawarah Guru Mapel (MGMP) dan sekolah. Tulis @AhlulQohwah.
“Sangat berharap @Kemdikbud_RI serius membersihkan agen khilafah yang bercokol dalam pendidikan kita.”
“Baru dua bulan lalu NU diframing sbg organisasi radikal, hari ini muncul lagi soal USBN yg tendensius memojokkan Banser dan NU, sekaligus beraroma membela HTI. AdaAda apa dg @Kemdikbud_RI pak @muhadjir_ef ?” kata @AhlulQohwah.
Baca juga : Kepala Dinas Pendidikan Garut Surati Bupati Agar Pecat Penanggung Jawab Soal Ujian Pro-HTI
Akun @AfifFuadS protes keras terhadap naskah yang dibuat serampangan tersebut. Disebut serampangan karena salah menyebut kepanjangan Banser yang seharusnya Barisan Ansor Serbaguna, ditulis Bantuan Ansor Serbaguna.
"KAMI PROTES!!!
Ini soal ujian macam apa?
Bukan soal penyebutan kepanjangan BANSER yang salah, namun framing bahwa Banser seakan organisasi yang bermasalah hingga dituntut untuk dibubarkan karena membakar bendera HTI ini picik, apalagi ini ditujukan pada anak-anak muda disekolah. " Tulis @AfifFuadS. [Tribunsantri.com]


